SMK Marsudirini Marganingsih Rayakan Pesona Kebaya, Warisan Budaya untuk Generasi Muda

Setiap jurusan turut menampilkan kreativitasnya melalui expo budaya Foto: Dok sekolah

Solo, SuaraSolo.id

Ada yang unik di SMK Marsudirini Marganingsih saat Hari Kebaya Nasional, Kamis 24 Juli 2025  menggelar perayaan bertema “Pesona Kebaya, Warisan Budaya untuk Generasi Muda” yang dikemas secara kreatif dan inspiratif. Kegiatan ini menjadi panggung bagi seluruh warga sekolah untuk menunjukkan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa melalui fashion show, demo kecantikan, serta expo kreatif dari berbagai jurusan.

Puncak acara dimeriahkan dengan fashion show kebaya yang melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Nuansa budaya semakin terasa saat ditampilkan demo hair do oleh Ibu Anna Kartika, guru Tata Busana, serta make up tradisional oleh Galuh, siswa kelas XI Kuliner, yang memadukan keahlian estetika dengan rasa cinta budaya.

Tidak hanya itu, setiap jurusan turut menampilkan kreativitasnya melalui expo budaya.  Jurusan Kuliner menyajikan makanan tradisional seperti klepon, jenang sumsum, dan minuman dawet. Jurusan DKV  menampilkan karya fotografi, hand drawing, digital painting, serta menyediakan photo booth berkebaya. Beberapa siswa  juga terlibat dalam lomba story telling bertema budaya dan kebaya, dan untuk memeriahkan suasana tampil band kolaborasi siswa dan guru.

Kepala Sekolah Veronika Etyk menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan  rasa bangga sebagai generasi muda Indonesia yang aktif melestarikan budaya. Mengajak siswa SMK menjadi pelaku budaya, bukan sekadar penikmat. Menumbuhkan kecintaan terhadap makanan tradisional yang kerap mendampingi momen-momen berkebaya. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi visual dalam merawat dan mempromosikan budaya bangsa.

“Saya bangga karena seluruh kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa SMK tidak hanya cakap dalam keterampilan, tetapi juga peka terhadap budaya bangsanya. Semoga kegiatan ini menjadi awal dan semangat berkarya dan berbudaya yang terus tumbuh di hati para siswa. Mari terus kita jaga warisan ini dan menjadikannya bagian dari karya dan masa depan kita Bersama,” kata Veronika Etyk.

Turut hadir Pengawas sekolah Dra. Retnaningsih, M.Pd,   memberikan apresiasi tinggi  dan mengapresiasi inisiatif SMK Marsudirini Marganingsih.

“Sekolah ini tidak hanya menekankan pada penguasaan keterampilan vokasional, tetapi juga memberi ruang besar untuk penguatan karakter, cinta budaya, dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa,” kata Retnaningsih.

Disampaikan pula jenis-jenis kebaya, kebaya warisan budaya  tak benda kedua yang diakui UNESCO  dan perbedaan jarik wiru dengan benar.

C. Gunharjo Leksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *